Dinginnya hembusan angin malam menerpa keriput hitam pembungkus daging Sembari mencari ruang untuk mencapai relung hati Terima kasih telah menemaniku malam ini Aku berjalan terseyok – seyok tertelungkup dalam lumpur menggapai asa. Asa untuk hidup sehari – hari, mencari sebuah materi yang hidup. Betapa beruntungnya diriku, aku tak pernah sendiri menjalaninya. Menapaki rerumputan, menginjak kehidupan, ditemani yang mati, dan mencari sebuah kehidupan untuk mati demi kehidupan yang lain. Bersama dengan milyaran energi cahaya, namun hanya energi sebesar 5 watt yang mampu membantuku, sisanya hanya seolah menjadi mandor potret kehidupan malamku. Terdapat jua suara kehidupan nocturnal yang saling bersiul indah menjadi satu lagu yang selalu diulang dalam playlist -ku. Sekilas kulihat asa bersembunyi di antara sumber kehidupan Sang Dewi Sri. Lalu, terdengar jeritan benang yang putus di lengan seiring kugapai asa. Terpeleset diriku dalam nikmatnya lautan gairah nan lembut di ...