Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Sandiwara Malam

Senja sudah lewat Dan malam mulai pekat Saatnya rinduuu u u u Cahya surya menepis dalam tirisnya malam Kota Bandung. Jagad Pramudita seketika terlelap dalam dekapan Sang Hyang Durga. Cerita ini merupakan igauan di tengah sunyi, senyap yang mencoba menusuk cakrawati manusia yang seyogyanya terlelap dalam untaian bunga tidurnya. Ku coba nikmati rontal romansa Arok Dedes karya Pram dalam imajinasi masa lalu, dan kumasih tak mengerti. Seakan ada gontaian rasa ingin bertemu. Seketika itu, serpihan dinginnya angin malam menyentuh kalbu mengingatkan akan sesuatu. Ibu rindu memang benar, Rindu harus dibayar tuntas. Di sudut Kota Kembang, foto ibu menjadi saksi akan sekakan air mata. Aku menari dalam belaian manja suara Ibu. Letihku hilang jua. * Aku terlampau sadar bahwa aku masih muda yang mencoba untuk menikmati kemewahanku seperti kata Tan Malaka. Aku terlampau sadar bahwa aku masih muda dan berapi – api. Dan aku terlampau sadar bahwa aku masih muda...