Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Sabda Cinta

Kali pertama kau tanya apa dalilnya aku mencintaimu, kali kedua kau tanyakan lagi, apakah rayuan mautku itu shahih, hasan, atau dha'if? Terakhir dalam kali ketiga kau mulai telusuri track recordku, dan aku menjadi objek dari jarh wa ta'dil. Aku tak tahan lagi, kau pertanyakan ke-tsiqahanku, hanya karena aku lupa tanggal lahirmu, aku mengelak,  aku hanya sekedar menjaga, menjaga muru'ah sebagai syarat rawi bersikap adil. Tapi katamu, itu bukti ada 'illat (cela) dalam caraku mencintaimu, kuajak keluarga dan para kawanku, untuk menyakinkan dirimu bahwa aku serius, tapi katamu... jumlah mereka belum mutawatir. Aku coba dekati Ayahmu, agar sanad hati dan pikiran kami bersambung, sehingga cinta ini marfu', tapi katamu... Ayahmu tak bersedia menemuiku, seketika sanadku menjadi mursal - terputus. Tak puas kau kritik sanad cintaku, kau tanyakan lagi matan cintaku, katamu kenapa aku bilang ‘aku cinta padamu’, apalah...