Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Balada Penerka Sukaluyu

Bilur embun Di punggung rerumputan Langit biru kapas awan Sapa burung berbalasan Bayang menerpa atas kelahiran hari yang baru dan semangat baru. Semangatnya mentari menyilaukan jendela dunia. Gema aksara burung menjadi balada menghantarkan mimpi calon pemimpin bangsa. Hari ini bukan hanya untuk kumiliki, namun akan kami jadikan rajutan asa. Bersemilah di taman, Wahai Kawan! Jadilah bunga yang mekar dan temani daun – daun serta terangi hidupnya! Dan waktuku tak lama untuk meratapi semesta tua ini. Kuangkat tantangan 21 hariku. Kulangkahkan kaki perlahan namun pasti. Oh Hartini dan Ikki, kepedihanku atas tangisanmu. Buatlah kehadiran hari – hari esok yang gemilang! Oh Hartini dan Ikki, kepedihanku atas beban moral yang kau tangguhkan padaku. Oh Hartini dan Ikki, bagaimana bisa aku hidup seegois ini setelah melihat dirimu yang memilukan. Yakinlah, aku sangat marah akan diriku yang ingin menjadi sampah dan budak. Kutersungkur di atas tanah lapang,...