Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

The Pedagogy of the Oppressed

Sekretaris Djendral Kementrian PPK Hutasoit menerangkan bahwa sampai sekarang kita masih memakai sistem pendidikan kolonial dan untuk merubah sistem kolonial itu menjadi sistem nasional memerlukan waktu yang lama dan baja yang besar. Hutasoit menerangkan bahwa sifat pendidikan Belanda itu sangat intelektuilitis dan individualistis, dan tidak demokratis. Sedangkan pertumbuhan sekolah-sekolah partikulir sangat dikekangnya dengan Wilde Scholen Ordonantie. Akibatnya ialah bahwa rakyat tidak mempunyai inisiatif dan hanya menggantungkan diri kepada atasannya dan tidak mempunyai rasa tanggungjawab atas kesejahteraan bangsa dan tanah airnya (Harian Rakyat, 16 Maret 1955). Menurut Chris Wibisana, pendidikan kolonial tersebut hanya melahirkan anak-anak didik dengan kualitas tinggi, namun berhati nurani kering. Kepekaan atas apa yang dibutuhkan rakyat, mereka tidak paham atau bahkan sengaja dijauhkan melalui padatnya persekolahan atau bahkan sekolah sarja 144 sks yang dipadatkan dalam 4 tahun. ...