Aku mendakimu jauh sampai patah kaki Sedang kau mati suri berdendang sendiri Sejak itu, Tuhan sebut kita sia – sia Kami merasa menjadi kaum mahasiswa yang tertindas. Kami terkekang oleh keadaan ambisi yang menuntut akan cita – cita kesuksesan pribadi. Kami menghendaki kemerdekaan atas kemauan akal kami sendiri. Karena jauh dilubuk akal kami, cita – cita akan kesuksesan pribadi merupakan hal yang tidak masuk akal. Apalagi dengan adanya ketimpangan sosial antar sesama manusia sebagai makhluk yang dikaruniai akal. Saya kira berbicara mengenai Tuhan bukanlah hal yang relevan, Apalagi dengan adanya pengisapan manusia atas manusia yang terjadi di depan mata. Seyogyanya mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat. Namun dalam kampus, kami merasa terkotakkan dan terpisah dengan masyarakat. Hari demi hari kami dimanjakan dengan ilmu pengetahuan tanpa tahu kegunaannya bagi sesama manusia. Kami rasa ini kebun binatang dengan toilet yang mewah. Kami manusia, bukan bi...