Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Sebelum Nanti

Terbesit rasa untuk kembali pulang. Selalu. Kenyamanan masa lalu disaat masih bersatu dengan alam. Rebahkan lelah tubuh di antara ilalang hijau petani berdikari. Setiap sore, menerbangkan mimpi bersama rakitan layang dan angin. Ditemani kehangatan tepung kedelai jamur goreng dan rasa pedas tinggal petik. Soreku nyaman dengan manja-Mu. Lalu, aku belum kenal realita, masih kenal dengan fana dan imajinasi. Belum tahu cita – cita, hanya sekadar mimpi. Mimpi bayang rendah yang dengan mudahnya tersapu semprotan orang desa. Untungnya ku masih punya sosok nyata yang masih menunjukkan rute jalan yang tepat, Sang Ibu memang yang terbaik. Hingga akhirnya ku bisa dan berani memberi keputusan sendiri. Kuletakkan rindu di atas meja kehangatan akan pelosok hijau desa yang permai. Nilai kehangatan di setiap sudut jalannya. Setiap ewuh yang selalu sinom bersama pemuda – pemudi lainnya. Bertukar cerita, mempererat jalinan kasih gotong royong. Setiap lelayu yang selalu berumba rampe bersam...