Langsung ke konten utama

Sabda Cinta


Kali pertama kau tanya apa dalilnya aku mencintaimu,
kali kedua kau tanyakan lagi,
apakah rayuan mautku itu shahih, hasan, atau dha'if?
Terakhir dalam kali ketiga kau mulai telusuri track recordku,
dan aku menjadi objek dari jarh wa ta'dil.

Aku tak tahan lagi,
kau pertanyakan ke-tsiqahanku,
hanya karena aku lupa tanggal lahirmu,
aku mengelak, 
aku hanya sekedar menjaga,
menjaga muru'ah sebagai syarat rawi bersikap adil.

Tapi katamu, itu bukti ada 'illat (cela) dalam caraku mencintaimu,
kuajak keluarga dan para kawanku,
untuk menyakinkan dirimu bahwa aku serius,
tapi katamu...
jumlah mereka belum mutawatir.

Aku coba dekati Ayahmu,
agar sanad hati dan pikiran kami bersambung,
sehingga cinta ini marfu',
tapi katamu...
Ayahmu tak bersedia menemuiku,
seketika sanadku menjadi mursal - terputus.

Tak puas kau kritik sanad cintaku,
kau tanyakan lagi matan cintaku,
katamu kenapa aku bilang ‘aku cinta padamu’,
apalah artinya ada cinta yang lain?
Sebab yang kau ingin dari redaksiku ialah,
‘kepadamu, aku cinta’,
agar hanya dirimulah yang kucinta,
Itulah caramu men-syarah matan cintaku.

Kau ragu...
Jangan – jangan...
Matan cintaku telah,
telah dimansukh oleh matan sahih yang lain.

Aku panik,
aku khawatir...
cintaku masuk kategori mardud – tertolak,
aku mencoba menulis sajak cinta, lagi..
agar cinta ini menjadi shahih il ghairih.

Namun kau menggeleng,
Katamu cintaku dhaif,
cintaku tak bisa dijadikan hujjah,
tapi...
bukankah hadits dhaif masih bisa dipakai untuk fadhail amal?
Jawabku membela diri.

Meskipun dhaif,
cintaku tak lantas menjadi bid’ah, ku tetap merayu,
engkau tersenyum manis,
semanis tumpukan 9 kitab hadits utama di mejaku.

Kasih,
aku mungkin dhaif,
namun aku bukanlah pria yang majhul,
cintaku bukan maudhu’,
sungguh ini tidak palsu.

Ungkapan cintaku ini,
Ibarat suci seperti hadits qudsi,
bukankah,
kau ingin cintamu dan cintaku,
menjadi muttafaqun alaih?

Kau pun mengangguk.

Sejak itu pun,
aku dan kamu menjadi shaihain.


Gus Nadirsyah Hosen,
dengan sedikit pengubahan.











Komentar

Postingan populer dari blog ini

How climate change adaptation produces inequality

According to Asia's fact sheet from IPCC (2022) , cyclones, floods, and typhoons have displaced 9.6 million in South, Southeast, and East Asia in 2019, or about 30% of total global displacement. This phenomenon will worsen as IPCC found that climate change in the form of rising temperature increases the floods in monsoon regions like Southeast Asia. Together with the heat stress, the fact shows that surges will highly likely harm food availability, resulting in undernourishment. In 2020, the floods combined with sea-level rise had increased the risk of 30,522 lives in Kuala Lumpur (Malaysia), Jakarta (Indonesia), and Ho Chi Minh (Vietnam). Furthermore, an additional 10,830 people will also be at high risk in 2035 (IPCC, 2022) . In Indonesia, the destructive impacts of climate change on the coastal sector, sea-level rise, will be responsible for 70.82% of the potential economic loss in 2024 for approximately 5.45 billion USD (National Development Planning Agency, 2019) . The most ...

Australia Safeguard Mechanism’s Impacts on Economy

  Executive Summary      Australia sets a target to reduce emissions from 621 MtCO 2 -e in 2005 to 354 MtCO 2 -e in 2030 (DCCEEW, 2022a) . However, under the current effort, it is probable that Australia will emit 390 MtCO 2 -e in 2030 (DCCEEW, 2022b) . As deeper cut is fundamentally required, the Albanese government has just reformed the safeguard mechanism to further pressure the carbon emitters business to adhere closely to the Australia’s goal by strictly limit their caps. To achieve the national goal, it is expected that the new emission cap will be progressively tighten at least 4.9% per year (DPMC, 2023) .      The mechanism is criticized as a ‘toothless tiger’ since emissions from fossil fuels-related industries ironically grow up (ACF, 2022) . Since 2005, the sectoral emission trends in stationary energy, transport, and fugitives have increased 27.4%, 13.2%, and 14.1%, respectively due to continued growth of production and export...

Timor, A Global South within Global South

  Beta percaya refleksi tu bagian dari co-production of knowledge . So, this is my reflection of my latest six-month research in Timor. What is a global south? Firstly, let’s talk about what planning is . Planning atau perencanaan merujuk pada (UN-Habitat, 2009, p. 3) adalah upaya kolektif orang-orang untuk intervensi alam dan mengubahnya menjadi sebuah tempat atau kawasan yang sesuai dengan tujuan kolektif tersebut, khususnya dalam konteks sosial, politik, dan lingkungan. Tentu dalam perencanaan tersebut, banyak multidisplin yang terlibat termasuk masyarakat itu sendiri, pemerintah, dan para investor. Kalau kita gali lebih dalam, terdapat 5 aspek dalam perencanaan (Healey, 2003) : orientasi mengenai masa depan dan aksi-aksi sekarang akan mempengaruhi potensi masa depan, fokus pada kehidupan dan keberlanjutan untuk orang banyak (bukan hanya beberapa kalangan), keterikatan dan kesinambungan antara satu rencana ke kejadian yang lain, fokus dalam pengembangan pengetahuan aksi publ...