Langsung ke konten utama

Sandiwara Malam



Senja sudah lewat
Dan malam mulai pekat
Saatnya rinduuu u u u

Cahya surya menepis dalam tirisnya malam Kota Bandung. Jagad Pramudita seketika terlelap dalam dekapan Sang Hyang Durga. Cerita ini merupakan igauan di tengah sunyi, senyap yang mencoba menusuk cakrawati manusia yang seyogyanya terlelap dalam untaian bunga tidurnya.

Ku coba nikmati rontal romansa Arok Dedes karya Pram dalam imajinasi masa lalu, dan kumasih tak mengerti. Seakan ada gontaian rasa ingin bertemu. Seketika itu, serpihan dinginnya angin malam menyentuh kalbu mengingatkan akan sesuatu.

Ibu rindu memang benar,
Rindu harus dibayar tuntas.

Di sudut Kota Kembang, foto ibu menjadi saksi akan sekakan air mata.

Aku menari dalam belaian manja suara Ibu.

Letihku hilang jua.
*

Aku terlampau sadar bahwa aku masih muda yang mencoba untuk menikmati kemewahanku seperti kata Tan Malaka. Aku terlampau sadar bahwa aku masih muda dan berapi – api. Dan aku terlampau sadar bahwa aku masih muda dan belum berealita.

Mudaku berlari,
Mudaku bermimpi,
Mudaku tertawa,
Mudaku terlena jua oleh kama.

Ku mencari Nirwikama,
Ku mencari Siddhi,
Ku mencari Darana,
Ku mencari Pratyahara,
Ku mencari Pranayama,
Ku mencari Ekagrata.
Terlalu banyak sarwacita membuat diri ini tak sanggup berpikir lagi. Memperkokoh jati diri dengan berpusing ria. Mencoba menjadi Satria Pinandita Wicaksana.

Seketika itu, jelmaan Sang Bathari Sukaluyu – Anti memanggilku untuk menemui malam di bawah kanopi warung kopi. Ditemani nestapa selaksa kenyataan, mengharuskanku melangkah menyusuri jalur penghidupan warga. Ku melangkah dan terus melangkah menikmati sisa malam.

Ku bertemu dan tersambar disambangi dengan cerca dan tanya Sukla Svanitha. Teringat akan khilafku yang terorek mudah dengan mereka berdua, si botak Babal dan korlap Rizpur. Kuakui, kombinasi mereka memang ahli dalam menenun kata dan aksara. Unik memang. Tapi kata Rizpur hati – hatilah dalam menenun kata, kalau salah menenun bisa jadi melempar jaring aksara perangkap rasa. Tuh Lut, ingat kata Rizpur. Jangan lupa lepas pelukan ego sebelum menyalurkan rasa. Salam buat adek yang mau kuliah ekonomi islam di Jepang.

Dedaun melambai – lambai, menyapa sayup – sayup cahaya bintang yang tanpa ditemani Sang Rembulan. Deburan angin dingin menerpa tipisnya epidermis. Namun, kami masih punya selimut kehangatan akan cerita rasa dan asa yang selalu terbagi rata. Seketika itu, Anti menyambar layaknya bintang yang sendiri datang malam itu. Biarpun sendiri, ia tak punya rasa cemas akan rasa hangat kenangan yang masih melayang – layang. Selalu mencoba menafikkan rasa, tapi selalu membiarkan rasa itu menyelinap sembunyi di hati. Lucu ya.

Berbeda dengan Gempar. Dibalik badannya yang besar, tersembunyi pula akan titik ragu malu yang siap membakar diri, habis tak bertulang. Bingung untuk mengetuk pintu yang mana, pintu rumah atau pintu hati ya. Wkwk. Coba deh Par, selami rasa dulu. Kataku sih kalau pintu rumah terbuka, pintu hati juga bakal terbuka.

Malam itu, semesta menata cerita dipandu si botak Babal. Hanya satu yang padam tak berbintang. Maafkan aku Diq, Wdhy memilih diriku. Kala itu, Sidiq menjadi misteri. Mungkin karena kami bukan dari tempat tempaan yang sama.

Ugh, diriku berkeringat senang.

Kurayakan keheningan malam bersama kawan. Dalam diam kurasakan saudara nan jauh di sana, Coboys Jogja. Ku coba sampaikan salam melalui bintang jauh di sana.

Ku rindukan malam akan petangnya. Dalam diam ku coba rasakan suara alam yang menghelakan nafasnya, terdengar begitu lega. Jangan lupa bermimpi indah dan selamat pagi! Salam memayu!


Pustaka:
Amigdala dkk indie.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

How climate change adaptation produces inequality

According to Asia's fact sheet from IPCC (2022) , cyclones, floods, and typhoons have displaced 9.6 million in South, Southeast, and East Asia in 2019, or about 30% of total global displacement. This phenomenon will worsen as IPCC found that climate change in the form of rising temperature increases the floods in monsoon regions like Southeast Asia. Together with the heat stress, the fact shows that surges will highly likely harm food availability, resulting in undernourishment. In 2020, the floods combined with sea-level rise had increased the risk of 30,522 lives in Kuala Lumpur (Malaysia), Jakarta (Indonesia), and Ho Chi Minh (Vietnam). Furthermore, an additional 10,830 people will also be at high risk in 2035 (IPCC, 2022) . In Indonesia, the destructive impacts of climate change on the coastal sector, sea-level rise, will be responsible for 70.82% of the potential economic loss in 2024 for approximately 5.45 billion USD (National Development Planning Agency, 2019) . The most ...

Australia Safeguard Mechanism’s Impacts on Economy

  Executive Summary      Australia sets a target to reduce emissions from 621 MtCO 2 -e in 2005 to 354 MtCO 2 -e in 2030 (DCCEEW, 2022a) . However, under the current effort, it is probable that Australia will emit 390 MtCO 2 -e in 2030 (DCCEEW, 2022b) . As deeper cut is fundamentally required, the Albanese government has just reformed the safeguard mechanism to further pressure the carbon emitters business to adhere closely to the Australia’s goal by strictly limit their caps. To achieve the national goal, it is expected that the new emission cap will be progressively tighten at least 4.9% per year (DPMC, 2023) .      The mechanism is criticized as a ‘toothless tiger’ since emissions from fossil fuels-related industries ironically grow up (ACF, 2022) . Since 2005, the sectoral emission trends in stationary energy, transport, and fugitives have increased 27.4%, 13.2%, and 14.1%, respectively due to continued growth of production and export...

Timor, A Global South within Global South

  Beta percaya refleksi tu bagian dari co-production of knowledge . So, this is my reflection of my latest six-month research in Timor. What is a global south? Firstly, let’s talk about what planning is . Planning atau perencanaan merujuk pada (UN-Habitat, 2009, p. 3) adalah upaya kolektif orang-orang untuk intervensi alam dan mengubahnya menjadi sebuah tempat atau kawasan yang sesuai dengan tujuan kolektif tersebut, khususnya dalam konteks sosial, politik, dan lingkungan. Tentu dalam perencanaan tersebut, banyak multidisplin yang terlibat termasuk masyarakat itu sendiri, pemerintah, dan para investor. Kalau kita gali lebih dalam, terdapat 5 aspek dalam perencanaan (Healey, 2003) : orientasi mengenai masa depan dan aksi-aksi sekarang akan mempengaruhi potensi masa depan, fokus pada kehidupan dan keberlanjutan untuk orang banyak (bukan hanya beberapa kalangan), keterikatan dan kesinambungan antara satu rencana ke kejadian yang lain, fokus dalam pengembangan pengetahuan aksi publ...