Langsung ke konten utama

Kami Manusia




Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri
Sejak itu, Tuhan sebut kita sia – sia

Kami merasa menjadi kaum mahasiswa yang tertindas. Kami terkekang oleh keadaan ambisi yang menuntut akan cita – cita kesuksesan pribadi. Kami menghendaki kemerdekaan atas kemauan akal kami sendiri. Karena jauh dilubuk akal kami, cita – cita akan kesuksesan pribadi merupakan hal yang tidak masuk akal. Apalagi dengan adanya ketimpangan sosial antar sesama manusia sebagai makhluk yang dikaruniai akal.


Saya kira berbicara mengenai Tuhan bukanlah hal yang relevan,
Apalagi dengan adanya pengisapan manusia atas manusia yang terjadi di depan mata.

Seyogyanya mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat. Namun dalam kampus, kami merasa terkotakkan dan terpisah dengan masyarakat. Hari demi hari kami dimanjakan dengan ilmu pengetahuan tanpa tahu kegunaannya bagi sesama manusia. Kami rasa ini kebun binatang dengan toilet yang mewah.

Kami manusia, bukan binatang.


Oleh karena itu, wadah berupa Kuliah Kerja Nyata Tematik merupakan fasilitas yang tepat sebagai refleksi akal kami akan keadaan manusia yang sebenarnya. Kami belajar bagaimana indahnya interaksi antar manusia. Kami juga tersadar bahwa sejauh 49,7 km dari kampus ini, manusia menggunakan cubluk yang kotor.


Supaya lulusannya bukan saja menjadi pelopor pembangunan, tetapi juga pelopor persatuan dan kesatuan bangsa.


Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater! Merdeka!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

How climate change adaptation produces inequality

According to Asia's fact sheet from IPCC (2022) , cyclones, floods, and typhoons have displaced 9.6 million in South, Southeast, and East Asia in 2019, or about 30% of total global displacement. This phenomenon will worsen as IPCC found that climate change in the form of rising temperature increases the floods in monsoon regions like Southeast Asia. Together with the heat stress, the fact shows that surges will highly likely harm food availability, resulting in undernourishment. In 2020, the floods combined with sea-level rise had increased the risk of 30,522 lives in Kuala Lumpur (Malaysia), Jakarta (Indonesia), and Ho Chi Minh (Vietnam). Furthermore, an additional 10,830 people will also be at high risk in 2035 (IPCC, 2022) . In Indonesia, the destructive impacts of climate change on the coastal sector, sea-level rise, will be responsible for 70.82% of the potential economic loss in 2024 for approximately 5.45 billion USD (National Development Planning Agency, 2019) . The most ...

Australia Safeguard Mechanism’s Impacts on Economy

  Executive Summary      Australia sets a target to reduce emissions from 621 MtCO 2 -e in 2005 to 354 MtCO 2 -e in 2030 (DCCEEW, 2022a) . However, under the current effort, it is probable that Australia will emit 390 MtCO 2 -e in 2030 (DCCEEW, 2022b) . As deeper cut is fundamentally required, the Albanese government has just reformed the safeguard mechanism to further pressure the carbon emitters business to adhere closely to the Australia’s goal by strictly limit their caps. To achieve the national goal, it is expected that the new emission cap will be progressively tighten at least 4.9% per year (DPMC, 2023) .      The mechanism is criticized as a ‘toothless tiger’ since emissions from fossil fuels-related industries ironically grow up (ACF, 2022) . Since 2005, the sectoral emission trends in stationary energy, transport, and fugitives have increased 27.4%, 13.2%, and 14.1%, respectively due to continued growth of production and export...

Timor, A Global South within Global South

  Beta percaya refleksi tu bagian dari co-production of knowledge . So, this is my reflection of my latest six-month research in Timor. What is a global south? Firstly, let’s talk about what planning is . Planning atau perencanaan merujuk pada (UN-Habitat, 2009, p. 3) adalah upaya kolektif orang-orang untuk intervensi alam dan mengubahnya menjadi sebuah tempat atau kawasan yang sesuai dengan tujuan kolektif tersebut, khususnya dalam konteks sosial, politik, dan lingkungan. Tentu dalam perencanaan tersebut, banyak multidisplin yang terlibat termasuk masyarakat itu sendiri, pemerintah, dan para investor. Kalau kita gali lebih dalam, terdapat 5 aspek dalam perencanaan (Healey, 2003) : orientasi mengenai masa depan dan aksi-aksi sekarang akan mempengaruhi potensi masa depan, fokus pada kehidupan dan keberlanjutan untuk orang banyak (bukan hanya beberapa kalangan), keterikatan dan kesinambungan antara satu rencana ke kejadian yang lain, fokus dalam pengembangan pengetahuan aksi publ...